Senin, 24 Desember 2018

Sejarah dan Perkembangan Utang Luar Negeri

Sejarah dan Perkembangan Utang Luar Negeri

Sejarah dan Perkembangan Utang Luar Negeri

Fenomena mengalirnya modal dari luar untuk membiayai pembangunan oleh negara berkembang telah dimulai sebelum tahun 1914, dimana dalam kurun waktu antara 1870 hingga tahun 1914, Krugman et.al (1999) mengatakan negaranegara berkembang telah menyerap dana dari Inggris rata-rata 5 persen dari Gross National Product (GNP), Perancis 2 persen dan Jerman sebesar 3 persen dari GNP nya.

Dalam perkembangan lebih lanjut, pertumbuhan utang negara-negara berkembang semakin membengkak dalam kurun waktu antara 1973 hingga tahun 1974, yang kemudian disusul dalam kurun waktu kedua antara tahun 1979 hingga tahun 1982. Sebagai gambaran, menurut IMF pada tahun 1982 saja, pinjaman yang dilakukan oleh negara-negara berkembang meroket mendekati US$ 600 miliar.

Aliran modal yang berasal dari luar negeri dapat disebut sebagai utang luar negeri apabila memiliki ciri ciri pokok, yaitu:
1. Aliran modal yang bukan didorong oleh tujuan untuk mencari keuntungan
2. Dana tersebut diberikan kepada negara penerima atau dipinjamkan dengan syarat yang lebih ringan daripada yang berlaku di pasaran internasional.

Dilihat dari kewajiban pengembaliannya, utang luar negeri dapat dibedakan menjadi bentuk pemberian (grant) dan pinjaman luar negeri (loan). Kedua bentuk ini meskipun berbeda dalam hal syarat-syarat pengembaliannya, tetapi memiliki keterkaitan yang erat antara bentuk pemberian dan pinjaman. Sebagian besar negara kreditur memberikan dana secara cuma-cuma ke negara debitur apabila negara yang bersangkutan telah memiliki ikatan yang lama dan kuat dalam hal pinjam meminjam dana. Bahkan terkadang pertimbangan pemberian dana oleh negara kreditur didasarkan pada alasan keamanan dan politik. Selain itu, pemberian tersebut tidak semata-mata dalam bentuk mata uang, melainkan dalam bentuk barang dan pemberian tenaga ahli tertentu.

Sukirno (2002) mengatakan, ditinjau dari sudut manfaat, ada dua peran utama bantuan luar negeri (utang luar negeri), yaitu:
1. Untuk mengatasi kekurangan mata uang asing.
2. Untuk mengatasi masalah kekurangan tabungan

Kedua masalah tersebut biasa disebut dengan masalah jurang ganda (the two problems), yaitu jurang tabungan (saving gap) dan jurang mata uang asing (foreign exchange gap).

2.2. Utang Luar Negeri

Ditinjau dari kajian teoritis, masalah utang luar negeri dapat diterangkan melalui pendekatan pendapatan nasional. Sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan, utang luar negeri dibutuhkan untuk menutupi 3 (tiga) defisit, yaitu kesenjangan tabungan investasi, defisit anggaran dan defisit transaksi berjalan. Hubungan ketiga defisit ini dijelaskan Basri (2004) dengan menggunakan kerangka teori three gap model yang diperoleh dari persamaan identitas pendapatan nasional, yaitu:
a. Sisi Pengeluaran
Y = C + I + G + (X – M) …………………. (1)

Dimana: Y = Produk Domestik Bruto
C = Total Konsumsi Masyarakat
I = Investasi Swasta G = Pengeluaran Pemerintah
X = Ekspor Barang dan Jasa
M = Impor Barang dan Jasa

b. Sisi Pendapatan
Y = C + S + T …………………………….(2)

Dimana:
C = Total Konsumsi Masyarakat
S = Tabungan Pemerintah
T = Penerimaan Pajak Pemerintah
Jika kedua sisi identitas pendapatan nasional digabung, maka akan diperoleh:
(M-X) = (I-S) + (G – T) ………………(3)

Dimana:
(M-X) = Defisit Transaksi Berjalan
(I-S) = Kesenjangan Tabungan Investasi
(G – T) = Defisit Anggaran Pemerintah

Hubungan antara kebutuhan utang luar negeri dan ketiga defisit tersebut diperlihatkan dengan menggunakan persamaan identitas neraca pembayaran yaitu:
Dt = (M-X)t + Dst – NFLt + Rt – NOLT ……. (4)

Dimana: Dt = Utang pada tahun 1
(M-X)t = Defisit transaksi berjalan pada tahun 1
Dst = Pembayaran beban utang (bunga + amortisasi) pada tahun 1
NFLt = Arus masuk bersih modal swasta pada tahun 1.
Rt = Cadangan otoritas moneter tahun 1.
NOLT = Arus masuk modal bersih jangka pendek seperti capital flight dan lain-lain pada tahun 1.

Persamaan ini menunjukkan bahwa Utang Luar Negeri (sisi kiri) digunakan untuk membiayai defisit transaksi berjalan, pembayaran utang, cadangan otoritas moneter dan kebutuhan modal serta pergerakan arus modal serta pergerakan arus modal jangka pendek seperti capital flight. Bila (3) disubstitusikan pada (4), maka akan diperoleh persamaan:
Dt = (I-s)t + (G-T)t + DSt + NFLt + Rt – NOLT …….(5)

Identitas (5) ini menunjukkan, disamping untuk membiayai defisit transaksi berjalan, Utang Luar Negeri juga dibutuhkan untuk membiayai deficit.

Latar Belakang Timbulnya Utang Luar Negeri

Dari perspektif negara donor setidaknya ada dua hal penting yang dianggap memotivasi dan melandasi bantuan luar negeri ke negara-negara debitor. Kedua hal tersebut adalah motivasi politik (political motivation) dan motivasi ekonomi (economic motivation), dimana keduanya mempunyai keterkaitan yang sangat erat yang satu dengan yang lainnya (Basri, 2003 : 101).

Motivasi pertama inilah yang kemudian menjadi acuan bagi AS untuk menguncurkan dana bantuan dalam merekonstruksi kembali perekonomian Eropa Barat setelah hancur saat PD II, dan program ini dikenal dengan nama Marshall Plan (Todaro,1985 : 89). Kesimpulan kita cukup sederhana, yaitu bahwa bantuan luar negeri pertama-tama harus dilihat sebagai tanga panjang kepentingan negara-negara donor. Motivasinya condong berbeda tergantung situasi nasional, dan bukan semata-mata dikaitkan dengan kebutuhan negara penerima yang secara potesial berbeda-beda antara negara yang satu dengan negara yang lainnya.

Sedangkan motivasi ekonomi sebagai landasan kedua yang digunakan dalam memberikan bantuan, setidak-tidaknya tercermin dari 4 argumen penting :
  • Argumen pertama didasari oleh two gap model dimana negara-negara penerima bantuan khususnya negara-negara berkembang mengalami kekurangan dalam mengakumulasi tabungan domestik sehingga tabungan-tabungan yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan akan tingkat investasi yang dibutuhkan dalam proses memicu pertumbuhan ekonomi. Dan pada sisi lain adalah kekurangan yang dialami oleh negara-negara yang bersangkutan dalam memenuhi nilai tukar asing (foreign exchange) untuk membiayai kebutuhan impor. Dengan demikian untuk menutupi kedua kekurangan tersebut maka andalannya adalah bantuan luar negeri.
  • Kedua adalah memfasilitasi dan mempercepat proses pembangunan dengan cara meningkatkan pertambahan tabungan domestik sebagai akibat dari pertumbuhan yang lebih tinggi (growth and saving). Karena tinggunya pertumbuhan di negaranegara berkembang akan turut meningkatlkan atau berkorelasi positif terhadap kenaikan keuntungan yang bisa dinikmati di negara-negara maju.
  • Ketiga adalah technical assistance, yang merupakan pendamping dari bantuan keuangan yang bentuknya adalah transfer sumber daya manusia tingkat tinggi kepada negara-negara penerima bantuan. Hali ini harus dilakukan untuk menjamin bajhwa aliran dana yang masuk dapat digunakan dengan sangat efisien dalam proses memicu kenaikan pertum buhan ekonomi.
  • Keempat adalah absorptive capacity, yakni dalam bentuk apa dana tersebut akan digunakan. Terlepas dari faktor-faktor yang dikemukakan di atas ada satu hal lagi yang perlu diingat bahwa faktor pendorong da faktor penarik (push and pull factor) adala dua kata yang menentukan terjadinya perpindahan modal ke negaranegara berkembang. Faktor-faktor ini tentu saja perpaduan antar motif ekonomi dan politik yang menjadi pertimbangan utama bagi investor yang rasional.
Sebagai negara berkembang yang tetap konsisten dalam mempergunakan utang luar negeri dalam politik pembangunannya, Indonesia untuk masa mendatang masih tergantung pada komponen ini. Seberapa besar ketergantungannya tentu banyak faktor yang mempengaruhinya. Apapun argumennya, untuk saat ini mengalirnya dana dari luar negeri merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi Indinesia untuk menginjeksi dana pembangunannya.

Di era globalisasi dan dengan tingkat persaingan yang begitu besar, di samping pemerintah, pihak swasta juga memerlukan dana, akan mengakibatkan perburuan pinjaman yang bersyarat lunak akan meningkat dan tentunya akan semakin sulit diperoleh. Melihat kondisi ini, diperkirakan akan terjadi peningkatan dalam pinjaman komersial seiring dengan meningkatnya peran pohak swasta dan langkahnya pinjaman resmi yang bersyarat nlunak. Oleh karena itu, tidaklah heran untuk masa perspektif utang luar negeri Indonesia dicirikan pada meningkatnya pinjaman yang bersifat komersial.

Banyak pihak yang mengkhwatirkan kondisi pinjaman luar negeri pemerintah maupun pinjaman swasta cukup beralasan. Angka statistik pinjaman luar negeri Indonesia, baik pemerintah maupun swasta memang masih menunjukkan tingginya kewajiban Indonesia dalam membayar kembali pokok dan bunga pinjaman luar negeri. Beberapa indikator dalam mengukur beban utang, seperti :

  • Debt service Ratio (DSR) yang merupakan perbandingan antara kewajiban membayar untang dan cicilan untang luar negeri dengan devisa hasil ekspor. Ambang batas aman angka DSR lazimnya menurut para ahli ekonomi adalah 20%. Lebih dari itu, utang sudah dianggap mengundang cukup banyak kerawanan.
  • Debt to Export Ratio yang merupakan rasio utang terhadap ekspor. Bank dunia menetapkan bahwa suatu negara dikategorikan sebagai negara pengutang berat, jika negara yang bersangkutan memiliki Debt to Export Ratio yang lebih besar dari 220% 
  • Debt to GDP Ratio yang merupakan rasio utang terhadap PDB. Rasio utang terhadap PDB dapat dilihat sebagai kriteria mengecek kesehatan keuangan suatu negara, dimana rasio di atas 50% menunjukka bahwa pinjaman luar negeri Indonesia membenahi lebih dari 50% Pendapatan Nasional (Basri, 2003:201)
Pinjaman luar negeri tersebut tidak semua diberikan dalam bentuk rupiah atau tepatnya mata uang asing tertentu tetapi dalam bentuk bantuan proyek dan bantuan program. Bantuan proyek diberikan dalam bentuk pinjaman berupa peralatan peralatan, barang-barang ataupun jasa (konsultan asing), sedangkan bantuan program diberikan dalam bentuk bantuan tunai.

Lihat di :
Bab 12 Hutang Luar Negeri & Pembiayaan Pembangunan Di INDONESIA Oleh : ROWLAND B. F. PASARIBU, Hal :  354-358

Lihat Juga :

Keyword :
sejarah utang luar negeri sejarah utang luar negeri indonesia utang luar negeri, utang luar negeri indonesia, utang luar negeri indonesia 2018, pinjaman dari luar negeri untuk perorangan, utang luar negeri indonesia 2017, pinjaman luar negeri untuk pribadi, utang luar negeri adalah, utang luar negeri indonesia dari tahun ke tahun, data utang luar negeri indonesia 5 tahun terakhir, grafik utang luar negeri indonesia, utang luar negeri indonesia 2014, utang luar negeri pdf, pinjaman luar negeri untuk perorangan utang luar negeri 2017 utang luar negeri china pinjaman luar negeri online utang luar negeri pemerintah indonesia rasio utang luar negeri indonesia fakta utang luar negeri indonesia rincian utang luar negeri indonesia contoh utang luar negeri utang luar negeri 2018 utang luar negeri arab saudi utang luar negeri indonesia 2013 utang luar negeri indonesia tahun 2017 utang luar negeri pemerintah utang luar negeri ri utang luar negeri swasta adalah hutang luar negeri utang luar negeri indonesia utang luar negeri utang luar negeri indonesia 2018 pinjaman dari luar negeri untuk perorangan pinjaman luar negeri untuk pribadi utang luar negeri indonesia 2017 pengertian utang luar negeri utang luar negeri indonesia saat ini utang luar negeri adalah utang indonesia ke luar negeri pinjaman luar negeri perusahaan bukan bank grafik utang luar negeri indonesia jurnal utang luar negeri cara mengatasi utang luar negeri utang luar negeri jepang utang luar negeri pdf pinjaman luar negeri untuk perorangan utang luar negeri amerika cara membayar hutang luar negeri faktor penyebab utang luar negeri utang luar negeri china utang luar negeri malaysia 2018 utang luar negeri indonesia pdf fakta utang luar negeri indonesia contoh utang luar negeri utang luar negeri 2018 pinjaman luar negeri perusahaan swasta syarat pinjaman luar negeri yang diterima oleh indonesia adalah utang luar negeri 2015 utang luar negeri 2017 utang luar negeri arab saudi utang luar negeri diperlukan karena utang luar negeri indonesia tahun 2017 utang luar negeri pemerintah utang luar negeri swasta adalah Malam Gelap Gulita - Ridwan Farid Siklus Perencanaan SDM Menghilangkan Bintik Hitam Pada Wajah Alami 7 Cara Melangsingkan Tubuh Secara Cepat Jenis Baja Ringan Terbaik Baja Ringan Kualitas Terbaik di Jakarta 5 Gejala dan Tanda Awal kehamilan Info Seputar Penyakit Wasir Penyumbatan dan Gejala Penyakit Jantung Download Makalah Shalat Masalah Tahlilan Yang Tidak Ada Ujungnya Hutang Luar Negeri dan Pembiayaan Keindahan Alam Kota Tasikmalaya Apa Itu Salaf dan Salafi.?

0 komentar:

Posting Komentar