4 Cara Alternatif Mengatasi Kesenjangan Sosial Ekonomi di Indonesia - Belajar Ekonomi

Mencari, Menggali dan Memberi.

Wednesday, May 20, 2020

4 Cara Alternatif Mengatasi Kesenjangan Sosial Ekonomi di Indonesia

4 Cara Alternatif Mengatasi Kesejangan Sosial di Indonesia

Judul Asli : Membangun Modal Insani, Mengatasi Kesenjangan - Haryo Aswicahyono

Dalam tulisan ini, saya ingin membahas tentang kebijakan pendidikan nasional, khususnya untuk Pendidikan Tinggi.  Untuk setiap kebijakan kita perlu bertanya apa tujuan dari kebijakan tersebut, memikirkan berbagai alternatif, dan akhirnya memilih alternatif paling optimal untuk mencapai tujuan tersebut. Di sini saya memusatkan analisis saya pada dua tujuan pendidikan tinggi (a) untuk meningkatkan modal insani dengan cara paling efiesien (b) mengurangi kesenjangan pendapatan.

Tujuan mulia ini mudah diucapkan, namun tentu saja tidak mudah untuk dicapai. Pertama pendidikan tinggi yang bermutu itu mahal, sementara dana yg tersedia terbatas dan diperlukan juga untuk tujuan tujuan mulia lainnya seperti meningkatkan kesehatan penduduk. Jadi pertanyaan pertama yg harus dijawab adalah bagaimana membiayai pendidikan tinggi yang mahal tersebut. Kedua, masalah klasik adanya kemungkinan trade-off jika tujuan yang ingin dicapai lebih dari satu. Terkait dengan ini, pertanyaan yang harus dijawab adalah model pembiayaan seperti apa yang bisa mencapai dua tujuan mulia tersebut sekaligus?

Modal pembiayaan paling umum untuk pendidikan tinggi adalah melalui sistim perpajakan. Dalam sistim ini mereka yang memutuskan melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi mendapat pedidikan murah karena disubsidi, atau bahkan gratis. Semua pembayar pajak membiayai pendidikan sebagian kecil penduduk yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Di sini kita langsung dihadapkan pada pertanyaan tentang kemampuan sistim ini mencapai tujuan kedua - mengurangi kesenjangan. Berbeda dengan pendidikan dasar dan menengah yang sifatnya wajib. Melanjutkan ke pendidikan tinggi adalah pilihan. Untuk pendidikan dasar dan menengah, semua warga menanggung pendidikan itu melalui pajak atau biaya oportunitas karena pengeluaran tersebut tidak bisa digelar di tujuan lain. Namun karena sifatnya universal, semua rumah tangga menikmati apa yang mereka bayarkan. Sementara untuk pendidikan tinggi semua membayar untuk sebagian kecil penduduk yang beruntung diterima di perguruan tinggi.

Bahkan sistim ini cenderung menciptakan reverse redistribution. Yang memilih melanjutkan ke PT tidak bekerja selama beberapa tahun dan setelahnya menjadi tenaga kerja terdidik dengan pendapatan yang jauh lebih tinggi dibanding mereka yang hanya menyelesaikan pendidikan menengah. Sementara yang membayar pendidikan itu termasuk, bahkan mungkin sebagian terbesar, mereka yang memutuskan tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Jika ditotal pendapat seumur hidup mereka yang mampu menjadi tenaga kerja terdidik tentu lebih tinggi dari pendapatan seumur hidup mereka yang membiayai pendidikan tersebut. Jadi ex-post, sistim ini tidak mampu mencapai tujuan kedua, bahkan cenderung menciptakan (ex-post) reverse redistribution

Hasil penelitian empiris juga menunjukkan bahwa Perguruan Tinggi memberikan manfaat sosial yg jauh lebih kecil dibanding manfaat pribadinya yaitu upah tinggi yang dinikmati setelah lulus kuliah. Sebaliknya pendidikan dasar dan menengah memberikan manfaat sosial yang jauh lebih besar dari manfaat pribadinya. Karena manfaat pribadi pendidikan tinggi besar, maka wajar jika mereka yang ingin melanjutkan perguruan tinggi membiayai pendidikannya sendiri.

Bagaimana mereka yang memutuskan untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi ini membiayai pendidikan mereka? salah satu alternatif adalah berutang, toh nanti akan bisa membayar kembali utang tersebut setelah lulus kuliah. Alternatif ini bisa mencapai tujuan pertama, secara efisien meningkatkan modal insani. Alternatif ini juga tidak menimbulkan redistribusi sungsang, tetapi lagi-lagi, alternatif ini tidak akan mencapai tujuan kedua, tujuan pemerataan.

Pertama, akses ke lembaga perbankan tidak sempurna, kemungkinan besar hanya yang kaya yang akan mampu menikmati ini. Kedua, berbeda dengan investasi di modal fisikal, ada kolateral yang bisa dijaminkan yaitu modal fisik itu sendiri. Sebaliknya modal insani sifatnya nirwujud, jadi tidak ada kolateral setara dengan penanaman modal fisikal, kecuali kita mengijinkan perbudakan. Karena alasan tidak adanya kolateral ini, pihak perbankan enggan untuk memberi pinjaman seperti ini. Ketiga, ada perbedaan antara orang miskin dan orang kaya dalam resiko yang dihadapi ketika berutang. Jika setelah lulus, yang miskin gagal mendapat pekerjaan dengan upah yang memadai, mereka akan terjerat utang yang makin memiskinkan. Sebaliknya orang kaya sedikit banyak memiliki "asuransi" terhadap resiko tersebut. Secara ex-ante, sistim ini sudah tidak adil.  Singkat kata menyerahkan sepenuhnya pembiayaan pendidikan melalui mekanisme pasar tidak akan mencapai tujuan kebijakan pendidikan tinggi.

Alternatif ketiga pemerintah yang memberi utang ke mereka yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Setelah lulus mereka membayar kembali utang tersebut dengan bunga yang mungkin disubsidi. Alternatif ini memecahkan masalah akses, karena yang memutuskan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi otomatis mendapat akses yang mudah dan sama. Alternatif ini juga tidak menimbulkan efek redistribusi sungsang, karena pada dasarnya mereka membiayai pendidikannya sendiri. Namun kembali sistim ini tidak memcahkan perbedaan resiko yang dihadapi orang kaya vs orang miskin. Insentif untuk berutang ke pemerintah lebih besar bagi yang kaya dibanding yang miskin karena perbedaan sumber daya untuk mengatasi resiko gagal bayar.

Alternatif terakhir pajak sarjana. Di sini, pemerintah sepenuhnya menanggung biaya pendidikan semua mahasiswa. Setelah lulus, pemerintah memungut pajak ekstra setelah mahasiswa tersebut bekerja dan mencapai tingkat pendapatan tertentu. Ditambah lagi, sarjana yang gagal mencapai tingkat pendapatan tertentu tidak dikenakan pajak ekstra ini.

Sistim ini walau tidak sepenuhnya sempurna, namun memenuhi tujuan yang disampaikan di awal tulisan. Pertama, sistim ini efisien karena setiap orang memutuskan dan menghitung sendiri untung rugi keputusan menanam modal insani bagi dirinya sendiri. Kedua, sistim ini tidak menimbulkan redistribusi sungsang seperti di sistim tradisonal pembiayaan melalalui pajak umum. Di sini mahasiswa pada dasarnya membiayai dirinya sendiri, pemerintah mengatasi masalah antar waktu dengan menalangi biaya pendidikan. Ketiga, sistim ini membuka akses yang sama bagi semua baik yang kaya maupun yang miskin. Keempat, karena resiko kegagalan mencapai pendapatan yang memadai setelah lulus ditanggung oleh pemerintah (atau oleh sarjana yang sukses) maka sistim ini memberi insentif yang sama bagi yang miskin maupun yang kaya. Tidak ada hambatan ex-ante di sini.

Lihat Juga :

Keyword :
mengatasi kesenjangan sosial mengatasi kesenjangan ekonomi mengatasi kesenjangan sosial ekonomi mengatasi kesenjangan budaya mengatasi kesenjangan pendidikan mengatasi kesenjangan sosial di indonesia mengatasi kesenjangan sosial dengan kearifan lokal mengatasi kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat mengatasi kesenjangan pendapatan cara mengatasi kesenjangan antara si kaya dan si miskin cara mengatasi kesenjangan antar daerah cara mengatasi kesenjangan antar wilayah cara mengatasi kesenjangan anggaran upaya mengatasi kesenjangan antara wanita dan pria dalam masyarakat dan olahraga cara mengatasi kesenjangan pembangunan antar wilayah upaya mengatasi kesenjangan sosial akibat globalisasi cara mengatasi kesenjangan budaya upaya mengatasi kesenjangan budaya cara mengatasi kesenjangan sosial brainly bagaimana mengatasi kesenjangan sosial bagaimana mengatasi kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat upaya mengatasi kesenjangan sosial brainly bagaimana mengatasi kesenjangan ekonomi di masyarakat cara mengatasi kesenjangan sosial cara mengatasi kesenjangan ekonomi cara mengatasi kesenjangan sosial ekonomi cara mengatasi kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat cara mengatasi kesenjangan ekonomi di masyarakat cara mengatasi kesenjangan pendapatan cara mengatasi kesenjangan sosial di indonesia cara mengatasi kesenjangan upaya mengatasi kesenjangan cara mengatasi kesenjangan digital cara mengatasi kesenjangan distribusi pendapatan cara mengatasi kesenjangan di indonesia upaya mengatasi kesenjangan digital bagaimana cara mengatasi kesenjangan distribusi pendapatan mengatasi kemiskinan dan kesenjangan upaya mengatasi kesenjangan ekonomi cara mengatasi kesenjangan ekonomi masyarakat solusi mengatasi kesenjangan ekonomi cara mengatasi kesenjangan ekonomi di indonesia faktor mengatasi kesenjangan sosial cara mengatasi kesenjangan gender upaya mengatasi kesenjangan gender bagaimana upaya mengatasi kesenjangan gender dalam keberagaman masyarakat indonesia cara mengatasi kesenjangan hukum cara mengatasi kesenjangan informasi upaya mengatasi kesenjangan informasi mengatasi kesenjangan komunikasi cara mengatasi kesenjangan kebudayaan cara mengatasi kesenjangan si kaya dan si miskin mengatasi masalah kesenjangan sosial yang terjadi di indonesia mengatasi masalah kesenjangan sosial solusi mengatasi kesenjangan materi perkuliahan kwu dengan masalah ekonomi riil cara mengatasi masalah kesenjangan sosial yang terjadi di indonesia cara mengatasi masalah kesenjangan sosial cara mengatasi masalah kesenjangan sosial ekonomi cara mengatasi masalah kesenjangan sosial di indonesia upaya mengatasi masalah kesenjangan sosial ekonomi cara mengatasi kesenjangan pada organisasi mengatasi kesenjangan pembangunan cara mengatasi kesenjangan penghasilan cara mengatasi kesenjangan pendidikan cara mengatasi kesenjangan pembangunan cara mengatasi kesenjangan pendidikan di indonesia upaya mengatasi kesenjangan sosial solusi mengatasi kesenjangan sosial cara mengatasi kesenjangan sosial di sekolah solusi untuk mengatasi kesenjangan sosial upaya mengatasi kesenjangan sosial ekonomi upaya mengatasi kesenjangan sosial ekonomi adalah usaha mengatasi kesenjangan sosial untuk mengatasi kesenjangan sosial untuk mengatasi kesenjangan sosial ekonomi upaya untuk mengatasi kesenjangan sosial upaya untuk mengatasi kesenjangan sosial ekonomi upaya untuk mengatasi kesenjangan ekonomi solusi untuk mengatasi kesenjangan sosial ekonomi solusi untuk mengatasi kesenjangan sarana dan prasarana sekolah cara mengatasi kesenjangan wilayah cara mengatasi kesenjangan sosial yang terjadi di indonesia bagaimana cara mengatasi kesenjangan 5 cara mengatasi kesenjangan sosial Nice Information and Good Solution, Best forever. Inflasi Dalam Islam Makalah Ekonomi As-Syatibi Definisi Siklus Ekonomi Kapankah Lailatul Qadr Definisi Anoreksia Nervosa Novel Tere Liye Full ASKEP SYSTEM CA NASOFARING

3 comments:

  1. Di Anapoker nikmati kemenangan-kemenangan yang menyenangkan & Promo yang menguntungkan

    Anapoker Situs poker online terbaik di Indonesia, Tersedia Aplikasi Android & PC & Iphone

    Contact Anapoker Sekarang juga, Ada Bonus untuk setiap Member Baru lho
    Whatsapp : 0852 2255 5128
    Line ID : agenS1288
    Telegram : agenS128

    Promo Bonus Untuk Member Baru AgenS128, Casino IDNLive :
    Freebet Casino Online

    sbobet alternatif

    Freebet Casino Online Terbaru IDN Live

    link sbobet

    sabung ayam online

    adu ayam

    casino online

    sabung ayam bangkok

    ayam laga birma

    poker deposit pulsa

    deposit pulsa poker

    deposit pulsa

    deposit pulsa

    deposit pulsa

    ReplyDelete
  2. Disini menyediakan semua permainan POPULER.
    Anda juga dapat deposit menggunakan PULSA XL dan TSEL Tanpa Potongan
    Bisa juga di Daftarkan Dengan Akun E-money
    Daftar : Museumbola

    Demo Slot:
    Paito Warna hk
    Slot 888
    Agen Casino Online
    Slot Pulsa Tanpa Potongan
    Demo Slot Habanero
    Judi Bola Online

    ReplyDelete